Cegah Stunting, 100 orang kader IMP/Sub IMP & Penyuluh KB Kab.Tegal dapat Pembekalan PMBA
Slawi, 28 Agustus 2025 bertempat di Gedung Pertemuan Koperasi Bakti Husada Jl.Kartini Slawi, Alhamdulillah telah dilaksanakan pertemuan Orientasi PMBA bagi Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang digagas oleh DPC Persagi Kab.Tegal dan dibuka secara resmi oleh dr.Titis Cahyaningsih,MM selaku Plt.Kepala Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal yang didampingi oleh Ketua DPC Persagi Kab.Tegal, Rukhani,SKM & pengurus lainnya. Jumlah peserta ada sekitar 100 orang lini lapangan (kader IMP/Sub IMP dan Penyuluh KB). Tujuan kegiatan ini untuk membekali kader TPK dalam mendampingi catin,baduta,bumil dan bufas beresiko stunting.
Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) adalah serangkaian praktik pemberian nutrisi yang optimal untuk bayi dan anak usia 0-24 bulan. PMBA merupakan komponen krusial dalam upaya memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang sehat bagi anak-anak pada masa awal kehidupannya. PMBA mencakup dua fase utama:
- Pemberian ASI Eksklusif (0-6 bulan)
PMBA menekankan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Ini berarti bayi hanya diberi ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain, termasuk air, kecuali obat-obatan dan vitamin atas indikasi medis. - Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) (6-24 bulan)
Setelah usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI secara bertahap, sambil tetap melanjutkan pemberian ASI hingga usia 2 tahun atau lebih.
Prinsip-prinsip PMBA:
- Tepat waktu: Memulai pemberian makanan pendamping pada waktu yang tepat, yaitu ketika ASI saja tidak lagi mencukupi kebutuhan nutrisi bayi.
- Adekuat: Memberikan makanan dalam jumlah, frekuensi, konsistensi, dan variasi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang sedang tumbuh.
- Aman: Menyiapkan dan menyimpan makanan secara higienis untuk menghindari kontaminasi dan penyakit.
- Responsif: Memberi makan dengan cara yang sesuai, memperhatikan sinyal lapar dan kenyang anak, serta mendorong anak untuk makan.
Tujuan PMBA:
- Memastikan pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi dan anak.
- Mencegah malnutrisi, termasuk stunting, wasting, dan defisiensi mikronutrien.
- Membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat.
- Mendukung perkembangan kognitif dan motorik anak.
- Membentuk kebiasaan makan yang sehat sejak dini.
PMBA bukan hanya tentang jenis makanan yang diberikan, tetapi juga meliputi cara pemberian makan, frekuensi, dan jumlah yang tepat sesuai usia dan kebutuhan anak. Praktik PMBA yang baik memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan dukungan dari keluarga serta lingkungan. Dalam konteks yang lebih luas, PMBA juga mencakup aspek-aspek seperti:
- Perawatan kesehatan ibu selama kehamilan dan menyusui
- Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah kelahiran
- Perawatan tali pusat dan kebersihan bayi
- Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala
- Pemberian suplemen mikronutrien sesuai rekomendasi kesehata (artikel diambil dari website kemenkes RI tentang PMBA)